***Memperingati
Hari Buruh Sedunia, Para buruh berdemo di depan Gedung Sate**

Berteriak
– Ratusan buru yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan -Konfederasi
Serikat Nasional (FSPK-KSN) melakukan aksi demo di depan Gedung Sate untuk menegakan
keadilan bagi buruh dan meminta hak-hak buruh yang selama ini belum terpenuhi.
Bandung -- Dalam memperingati hari buruh sedunia, ratusan
buru yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan- Konfederasi Serikat
Nasional (FSPK-KSN) melakukan aksi demo didepan Gedung Sate, Kota Bandung,
Kamis (01/05) . Dalam aksinya ratusan buruh menolak kebijakan pemerintah yang
dianggap kurang pro rakyat, selain itu para demonstranpun selih bergantian
berorasi untuk menyuarakan aspirasinya.
Aksi
yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini tergabung dari beberapa buruh yang
tersebar diantaranya Kota Bandung, Kab. Bandung, Sumedang, Majalengka,
Kuningan, dan Cimahi. Aksi yang dikawal satuan kepolisian ini sempat beberapa
kali saling dorong karena para buruh memaksa untuk masuk ke halaman Gedung
Sate, Para buruh tersebut hendaknya ingin menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad
Heryawan, namun sayangnya setelah dicari tau oleh beberapa kordinator demo,
ternyata Gubernur Ahmad Heryawan sedang tidak ada ditempat.
Selain
berorasi, para buruh juga membawa boneka berupa gurita dan beberapa bendera
negara seperti Amerika, Inggris, Kanada, German dan negara eropa lainnya ini
sebagai bentuk protes buruh bahwa SBY dan Budiono dijadikan boneka oleh
negara-negara meju yang berusaha menguasai Indonesia sehingga menyengsarakan
rakyat termasuk para buruh.
Dalam
Aksinya ini para buruh menyatakan sikap dan menyerukan beberapa tuntutan kepada
pemerintahan, diantaranya, Tolak system kerja kontrak, Tolak politik umpah
murah, tolak privatisasi di Indonesia, tolak dan hentikan union busting, tolak
BPJS, tolak penangguhan upah, tolak segala macam RUU yang tidak pro rakyat,
bangun serta wujudkan keadilan agraria dan industrialisasi nasional yang
terpadu.
Menurut
salah satu kordinator aksi, Acung (45) dirinya berserta kawan-kawan buruh yang
lainnya turun kejalan semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak buruh yang
selama ini dimainkan oleh para petinggi negeri selain itu untuk menegakan
keadilan bagi seluruh buruh diseluruh indonesia supaya kehidupannya lebih
sejatera.
"Kami
semua ada disini untuk menegakan keadilan, dan kami meminta kepada pemerintah
supaya mendengarkan aspirasi kami ini, kami disini bukan untuk bersenang-senang
namun kami disini ingin memperjuangkan hak-hak kami yang selama ini belum kami
dapatkan karena ulah para petinggi yang tidak pro rakyat, sebenarnya kami ingin
bertemu langsung dengan Aher namun tidak ada ditempat, karena kebijakan
pemerintah saat ini membuat para buruh di Indonesia ini kehidupannya tidak
maju-maju padahal jam kerja yang dilakukan oleh buruh sangatlah berat namun
tidak sebanding dengan upah yang diterima," Ujarnya Kepada BandungOke,
Kamis (01/05).
Selain
ratusan Pendemo, Mahasiswa yang tergambung dalam Mahasiswa Pergerakan ikut
serta melakukan aksi dalam memperingati hari buruh sedunia ini, seperti yang
diungkapkan Fauzi (22) salah satu
mahasiswa Universitas Ahmad Yani Bandung, dirinya beserta mahasiswa yang
lainnya ingin membantu para buruh untuk mewujudkan kehidupan yang layak.
"Kami sebagai mahasiswa merasa sedih melihat nasib buruh yang ada di
Indonesia dengan sistem kerja yang tidak menentu membuat perekonomiannya mereka
tidak stabil, maka dari itu kami dari UNJANI beserta mahasiwa UNPAD, ITB dan
yang lainnya merasa terketuk hatinya untuk turun aksi ketika mengetahui
serendah ini tingkat kesejateraan yang didapat oleh para buruh,"
ungkapnya. (Rizal Fadillah S).







0 komentar:
Posting Komentar