Minggu, 02 November 2014

Memperingati Hari Buruh Sedunia, Para buruh berdemo di depan Gedung Sate

***Memperingati Hari Buruh Sedunia, Para buruh berdemo di depan Gedung Sate**



Berteriak – Ratusan buru yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan -Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) melakukan aksi demo di depan Gedung Sate untuk menegakan keadilan bagi buruh dan meminta hak-hak buruh yang selama ini belum terpenuhi.

Bandung -- Dalam memperingati hari buruh sedunia, ratusan buru yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan- Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) melakukan aksi demo didepan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (01/05) . Dalam aksinya ratusan buruh menolak kebijakan pemerintah yang dianggap kurang pro rakyat, selain itu para demonstranpun selih bergantian berorasi untuk menyuarakan aspirasinya.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini tergabung dari beberapa buruh yang tersebar diantaranya Kota Bandung, Kab. Bandung, Sumedang, Majalengka, Kuningan, dan Cimahi. Aksi yang dikawal satuan kepolisian ini sempat beberapa kali saling dorong karena para buruh memaksa untuk masuk ke halaman Gedung Sate, Para buruh tersebut hendaknya ingin menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, namun sayangnya setelah dicari tau oleh beberapa kordinator demo, ternyata Gubernur Ahmad Heryawan sedang tidak ada ditempat.


Selain berorasi, para buruh juga membawa boneka berupa gurita dan beberapa bendera negara seperti Amerika, Inggris, Kanada, German dan negara eropa lainnya ini sebagai bentuk protes buruh bahwa SBY dan Budiono dijadikan boneka oleh negara-negara meju yang berusaha menguasai Indonesia sehingga menyengsarakan rakyat termasuk para buruh.

Dalam Aksinya ini para buruh menyatakan sikap dan menyerukan beberapa tuntutan kepada pemerintahan, diantaranya, Tolak system kerja kontrak, Tolak politik umpah murah, tolak privatisasi di Indonesia, tolak dan hentikan union busting, tolak BPJS, tolak penangguhan upah, tolak segala macam RUU yang tidak pro rakyat, bangun serta wujudkan keadilan agraria dan industrialisasi nasional yang terpadu.

Menurut salah satu kordinator aksi, Acung (45) dirinya berserta kawan-kawan buruh yang lainnya turun kejalan semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak buruh yang selama ini dimainkan oleh para petinggi negeri selain itu untuk menegakan keadilan bagi seluruh buruh diseluruh indonesia supaya kehidupannya lebih sejatera.

"Kami semua ada disini untuk menegakan keadilan, dan kami meminta kepada pemerintah supaya mendengarkan aspirasi kami ini, kami disini bukan untuk bersenang-senang namun kami disini ingin memperjuangkan hak-hak kami yang selama ini belum kami dapatkan karena ulah para petinggi yang tidak pro rakyat, sebenarnya kami ingin bertemu langsung dengan Aher namun tidak ada ditempat, karena kebijakan pemerintah saat ini membuat para buruh di Indonesia ini kehidupannya tidak maju-maju padahal jam kerja yang dilakukan oleh buruh sangatlah berat namun tidak sebanding dengan upah yang diterima," Ujarnya Kepada BandungOke, Kamis (01/05).


Selain ratusan Pendemo, Mahasiswa yang tergambung dalam Mahasiswa Pergerakan ikut serta melakukan aksi dalam memperingati hari buruh sedunia ini, seperti yang diungkapkan Fauzi (22)  salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Yani Bandung, dirinya beserta mahasiswa yang lainnya ingin membantu para buruh untuk mewujudkan kehidupan yang layak. "Kami sebagai mahasiswa merasa sedih melihat nasib buruh yang ada di Indonesia dengan sistem kerja yang tidak menentu membuat perekonomiannya mereka tidak stabil, maka dari itu kami dari UNJANI beserta mahasiwa UNPAD, ITB dan yang lainnya merasa terketuk hatinya untuk turun aksi ketika mengetahui serendah ini tingkat kesejateraan yang didapat oleh para buruh," ungkapnya. (Rizal Fadillah S).

0 komentar:

Posting Komentar

follow

Mengenai Saya

Foto saya
Akun Lainnya : Twitter&Instagram : @Rizalfadillah Facebook : Rizal Fadillah Siptriandy