*** Maung Bandung di tahan Macan kemayoran di
kandang***

Dihadang – Pemain depan Persib Bandung, Tantan
berusaha melewati hadangan yang dilakukan pemain belakang Persija Fabiano,
Pertadingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat ini berakhir imbang. (Dea
Andriawan).
Bandung --
Pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta memang sempat
tertunda beberapa bulan karena ada beberapa faktor yang membuat pihak Persija
enggan bertanding di kota Bandung, ini membuat PSSI induk sepak bola Indonesia
mengubah jadwal pertandingan kedua tim yang terkenal rival dalam segi klub
maupun supporternya yang fanatik.
Namun pada Kamis, (08/05). Pertandingan yang dikenal
dengan El Clasico Indonesia akhirnya digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH).
Soreang, Kab.Bandung. Dalam pertandingan yang dipimpin Prasetio Hadi wasit asal
Surabaya tersebut memang cukup kerasa dan tensinyapun sangat tinggi, dalam
pertandingan tersebut pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman kembali
menurunkan tim terbaiknya dengan ujung tombang Djibril Coulibaly dan Ferdinand
Sinaga namun dalam posisi sayap kanan M.Ridwan digantikan oleh Tantan karena
mengalami cidera patah pada tangannya, selain itu pada posisi bek kiri, Djajang
menurunkan Jajang Sukmara yang menggantikan Tony Supcipto yang kondisinya
kurang fit. Dikubu yang berlawanan Benni Dolo menurunkan Striker andalannya
Ivan Bosnia dan Ramdani Lestaluhu.
Persib Bandung yang berada di peringkat dua klasemen
ingin mengamankan posisinya tersebut sebelum menghadapi putaran kedua Indonesia
Super League (ISL). Dari 9 kali bertanding Supardi Cs mengemas enam kali
menang, satu kali imbang dan dua kekalahan dengan total 19 poin. Sementara
Persija Jakarta mengemas 17 poin yang membuat anak asuh Benni Dollo nangkring
urutan ketiga klasemen sementara.
Dalam pertandingan yang ditonton 27.200 orang sangat
menjanjikan pertandingan yang seru, terbukti hanya beberapa menit pertandingan
pertama dimulai tepatnya pada menit ke-7 pemain belakang Persija Ismed Sopyan
menjatuhkan Jajang Sukmara akhirnya wasit meniupkan pluitnya dan Persib
mendapatkan tendangan bebas didepan gawang Persija Jakarta yang dijaga
Andrytani, tendangan bebas yang dilakukan Firman Utina masih melayang diatas
gawang Persija.
Pada menit ke-25 Persib kembali melakukan serangan
dari sisi kiri pertahanan Persija yang dibangun Supardi dan Tantan yang
menyusuri sisi lapangan, namun kembali serangan yang dilakukan dari pertahanan
ini kembali sia-sia setelah tendangannya masih menyamping dari gawang
Andrytani.
sampai menit akhir babak pertama Persib masih
menguasai pertandingan bisa dilihat dari Ballposesion yang menyampai 60% - 40%,
Persija hanya mengandalkan serangan balik hasil kesalahan Para pemain Persib,
namun sampai wasit Setio Hadi membunyikan pluit tanda berkahirnya babak pertama
skor masih sama kuat 0-0.
Memasuki babak kedua Tantan diganti mantan pemain
Persija Jakarta, Atep masuk pada awal babak kedua, untuk menambah daya gedor
dari sisi sebelah kanan, namun tetap saja pertahanan Persija yang di komandoi
sang kapten, Fabiano masih koko dalam mengawal para juru gedor Persib seperti Djibril
Coulibaly dan Ferdinand yang pergerakan difakumkan para pemain belakang Persija
Jakarta.
Pertandingan yang beberapa kali dihentikan akibat
lemparan yang dilakukan supporter Persib kepada pemain Persija membuat para
pemain Persija sempat melakukan boikot pertandingan dengan keluar lapangan
membuat wasit setio hadi dan panpel melakukan diskusi, namun pertandingan
kembali berjalan setelah ada persepakatan antara pihak, kepolisian, panpel dan
kedua tim yang bertandingan.
Padfa menit ke-77 Ferdinand Sinaga melakukan soloran
dari sisi kiri pertahanan Persija, namun bola yang diberikan kepada Atep masih
bisa ditahan kiper Persija jakarta setelah tendangan menyusur tanah masih
lemah. Sampai akhir menit tambahan waktu tidak ada gol yang tercipta dari kedua
tim, pertandingapun berkahir imbang dengan kedudukan 0-0.
Dalam Confersi Pers pelatih Djajang Nurjaman
memberikan mkomentar tentang permainan anak asuhnya yang bersemangat namun
hasilnya belum memuaskan, meski begitu Djajang tetap memuji permainan anak asuhnya,
meski beberapa kali terkena provokasi dari tim lawan namun pemainnya tetap
focus dalam pertandingan, “Sepanjang pertandingan anak-anak semuanyasangat
bersemangat untuk menciptakan gol, namun saja Persib belum menemui
keberuntungan, meski begitu saya meyayangkan tindakan oleh beberapa pemain
Persija yang melakukan provokasi sehingga pertandingan beberapa kali terhenti,”
Ujarnya.
Dikubu lawan pelatih Persija, Benni Dollo langsung
dievakuasi menggunakan kendaraan bara kuda yang disediakan oleh pihak kepolisian,
untuk menjaga keamanan tim Persija semua pemain dan official langsung
dievakuasi ketempat yang aman. (Rizal Fadillah S).







0 komentar:
Posting Komentar