This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 02 November 2014

Aksi Mahasiswa


Aksi Mahasiswa -- Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melakukan aksi demo di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (18/01). Dalam Aksinya ini mereka menuntut kinerja akademisi yang belum maksimal selain itu melakukan orasi dan melakukan teatrikal dengan membawa beberapa kertas bertulisan tuntutannya.


Mengangkat Gunungan -- Sejumlah Abdi Dalem mengangkat Gunungan di halaman Kraton Yogjakarta, Minggu (16/02). Acara tersebut untuk memperingati Maulid Nabi di Yogjakarta. Acara ini menyedot ribuan warga untuk mendatangi Kraton.

Tersenyum


Tersenyum -- Salah satu Abdi Dalem tersenyum ketika para fotografer mengambil gambar, ini merupaka acara peringatan maulid nabi yang digelar Kraton Yogjakarta.

Pedagang Bawang


Pedagang Bawang -- Seorang pedagang sayur-sayuran mengeluhkan pasokan bawang di Kabupaten Bandung, seperti yang dialami Ade, Pedagang bawang di pasar Baleendah Kab.Bandung, Senin (13/10). Ia mengeluhkan pasokan bawang di pasarnya mulai sulit dikarenakan musim kemarau panjang sehingga kiriman dari petani berkurang.

Penambang Pasir


Penambang Pasir -- Ayi (kiri) bersama anaknya Ikbal (kanan) setiap harinya bekerja sebagai penambang pasir di sepanjang aliran sungai Cikapundung Desa Andir, Baleendah Kab.Bandung, Senin (13/10). sudah hampir 2 tahun ini Ayi menggantungkan hidupnya sebagai penambang pasir. namun ayi mengeluhkan sampah yang berada di sungai Cikapundung sangat mengganggu pekerjaannya ini, ditambah limbah pabrik yang dibuang oleh oknum sehingga membuat air menjadi pekat hitam dan berbau.


Maung Bandung ditahan imbang macan kemayoran di kandang

*** Maung Bandung di tahan Macan kemayoran di kandang***




Dihadang – Pemain depan Persib Bandung, Tantan berusaha melewati hadangan yang dilakukan pemain belakang Persija Fabiano, Pertadingan yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat ini berakhir imbang. (Dea Andriawan).


Bandung -- Pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta memang sempat tertunda beberapa bulan karena ada beberapa faktor yang membuat pihak Persija enggan bertanding di kota Bandung, ini membuat PSSI induk sepak bola Indonesia mengubah jadwal pertandingan kedua tim yang terkenal rival dalam segi klub maupun supporternya yang fanatik.

Namun pada Kamis, (08/05). Pertandingan yang dikenal dengan El Clasico Indonesia akhirnya digelar di Stadion Si Jalak Harupat (SJH). Soreang, Kab.Bandung. Dalam pertandingan yang dipimpin Prasetio Hadi wasit asal Surabaya tersebut memang cukup kerasa dan tensinyapun sangat tinggi, dalam pertandingan tersebut pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman kembali menurunkan tim terbaiknya dengan ujung tombang Djibril Coulibaly dan Ferdinand Sinaga namun dalam posisi sayap kanan M.Ridwan digantikan oleh Tantan karena mengalami cidera patah pada tangannya, selain itu pada posisi bek kiri, Djajang menurunkan Jajang Sukmara yang menggantikan Tony Supcipto yang kondisinya kurang fit. Dikubu yang berlawanan Benni Dolo menurunkan Striker andalannya Ivan Bosnia dan Ramdani Lestaluhu.

Persib Bandung yang berada di peringkat dua klasemen ingin mengamankan posisinya tersebut sebelum menghadapi putaran kedua Indonesia Super League (ISL). Dari 9 kali bertanding Supardi Cs mengemas enam kali menang, satu kali imbang dan dua kekalahan dengan total 19 poin. Sementara Persija Jakarta mengemas 17 poin yang membuat anak asuh Benni Dollo nangkring urutan ketiga klasemen sementara.

Dalam pertandingan yang ditonton 27.200 orang sangat menjanjikan pertandingan yang seru, terbukti hanya beberapa menit pertandingan pertama dimulai tepatnya pada menit ke-7 pemain belakang Persija Ismed Sopyan menjatuhkan Jajang Sukmara akhirnya wasit meniupkan pluitnya dan Persib mendapatkan tendangan bebas didepan gawang Persija Jakarta yang dijaga Andrytani, tendangan bebas yang dilakukan Firman Utina masih melayang diatas gawang Persija.

Pada menit ke-25 Persib kembali melakukan serangan dari sisi kiri pertahanan Persija yang dibangun Supardi dan Tantan yang menyusuri sisi lapangan, namun kembali serangan yang dilakukan dari pertahanan ini kembali sia-sia setelah tendangannya masih menyamping dari gawang Andrytani.

sampai menit akhir babak pertama Persib masih menguasai pertandingan bisa dilihat dari Ballposesion yang menyampai 60% - 40%, Persija hanya mengandalkan serangan balik hasil kesalahan Para pemain Persib, namun sampai wasit Setio Hadi membunyikan pluit tanda berkahirnya babak pertama skor masih sama kuat 0-0.

Memasuki babak kedua Tantan diganti mantan pemain Persija Jakarta, Atep masuk pada awal babak kedua, untuk menambah daya gedor dari sisi sebelah kanan, namun tetap saja pertahanan Persija yang di komandoi sang kapten, Fabiano masih koko dalam mengawal para juru gedor Persib seperti Djibril Coulibaly dan Ferdinand yang pergerakan difakumkan para pemain belakang Persija Jakarta.



Pertandingan yang beberapa kali dihentikan akibat lemparan yang dilakukan supporter Persib kepada pemain Persija membuat para pemain Persija sempat melakukan boikot pertandingan dengan keluar lapangan membuat wasit setio hadi dan panpel melakukan diskusi, namun pertandingan kembali berjalan setelah ada persepakatan antara pihak, kepolisian, panpel dan kedua tim yang bertandingan.

Padfa menit ke-77 Ferdinand Sinaga melakukan soloran dari sisi kiri pertahanan Persija, namun bola yang diberikan kepada Atep masih bisa ditahan kiper Persija jakarta setelah tendangan menyusur tanah masih lemah. Sampai akhir menit tambahan waktu tidak ada gol yang tercipta dari kedua tim, pertandingapun berkahir imbang dengan kedudukan 0-0.

Dalam Confersi Pers pelatih Djajang Nurjaman memberikan mkomentar tentang permainan anak asuhnya yang bersemangat namun hasilnya belum memuaskan, meski begitu Djajang tetap memuji permainan anak asuhnya, meski beberapa kali terkena provokasi dari tim lawan namun pemainnya tetap focus dalam pertandingan, “Sepanjang pertandingan anak-anak semuanyasangat bersemangat untuk menciptakan gol, namun saja Persib belum menemui keberuntungan, meski begitu saya meyayangkan tindakan oleh beberapa pemain Persija yang melakukan provokasi sehingga pertandingan beberapa kali terhenti,” Ujarnya.


Dikubu lawan pelatih Persija, Benni Dollo langsung dievakuasi menggunakan kendaraan bara kuda yang disediakan oleh pihak kepolisian, untuk menjaga keamanan tim Persija semua pemain dan official langsung dievakuasi ketempat yang aman. (Rizal Fadillah S).

Persib Bandung menang di kandang Barito Putra

***Persib Bandung menang di kandang Barito Putra***

Semakin Tajam – Penyerang Persib Bandung asal Mali, Djibril Colibaly menjadi pahlawan saat timnya Persib Bandung melawat ke kandang Barito putra di Stadion Demang Lehman dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014. Dalam pertandingan tersebut pemain bernomor 21 tersebut mencetak 2 gol dan membawa pangeran biru meraup 3 poin. (Rizal Fadillah S)


BANDUNG -- Dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014, Persib Bandung melakoni laga tanda ke Stadion Demang Lehman Martapura kalimantan kandang dari Barito Putra, Minggu (08/03), dalam pertandingan tersebut pelatih persib Djajang Nurjaman memainkan ujung tombaknya Djibril Colibaly, selain itu pemain yang baru saja pulang dari lawatannya dari Arab Saudi seperti Firman Utina, Ahmad Jufrianto, M.Ridwan kembali menjadi starter dalam pertandingan meski keadannya belum fit karena membela timnas dalam lanjutan Pra Piala Dunia Zona Asia. 

Di awal pertandingan Persib selaku tim tamu terus di gempur oleh para pemain Barito Putra yang dimotori oleh James Koko Lomell, Pemain asal Liberia tersebut menjadi pemain yang sangat merepotkan pertahanan pangeran biru Persib Bandung, pada menit ke-12 James Koko Lomell berhasil melewati hadangan Ahmad Jufrianto, namun tendangannya masih melambung di atas mistar Persib Bandung yang dikawal Shahar Ginanjar.


Selanjutnya pertandingan semakin seru karena permainan terbuka dari kedua tim membuat jual-beli serangan terjadi, tepatnya pada menit ke-22 mantan pemain Barito Putra yang sekarang menjadi bomber Persib Bandung, Djibril Colibaly berhasil menceploskan si kulit bundar kedalam gawang Barito Putra yang di kawal kiper kedua Joko Ribowo.

Seusai Gol yang di cetak Colibaly, pertandingan tetap berjalan cepat, James Koko Lomell kembali mengobrak abrik pertahaanan Persib, namun kokohnya pertahanan persib yang digalang Vladimir Vujovic masih terlalu tangguh untuk dihancurkan, sepertihalnya usaha yang dilakukan pemain no punggung 11, pada menit ke-34 Dedi Hartono yang menggiring bola dari tengah lapangan berhasil melewati beberapa pemain persib, sayangnya akserasinya masih bisa diamankan kiper Persib yang bermain taktis, skor 0-1 untuk Persib bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua tim asuhan Salahudin kembali merangkai serangan berturuti-turun namun para gelandang Persib selalu membayang-bayangi, pertarungan di lapangan tengah tidak bisa di hindari pada menit ke-52 captain Persib Bandung, Firman Utina dilanggar keras oleh gelandang Barito Putra, Lucky Wahyu sehingga Persib mendapatkan tendangan bebas.

Djibril Colibaly memang menjadi momok pertahanan Barito Putra, pada menit ke-61, pemain berusia 27 tahun ini berhasil menyundul bola kedalam gawang Barito Putra hasil umpan dari pemain sayap Persib Bandung Supardi Natsir dari sisi kanan, sehingga menambah keunggulan persib atas Barito Putra menjadi 0-2. Keunggulan ini bertahan sampai peluit pertandingan usai ditiupkan.

Keberhasilan Persib ini membuat posisi Persib di table klasemen naik menjadi keperingkat ke-2 sementara grup Barat dengan mengantongi 13 poin kalah selisih 2 poin dari pemuncak klasemen Arema, Dalam pertandingan tersebut juga menjadi ajang comebacknya kedua bintang Maung Bandung asal Mali yang dulu meruput bersama Barito putra yaitu Konate Makan dan Djibril Colibaly. (Rizal Fadillah S)


Bergaya dengan "KOTEKA"



Bergaya -- Seorang mahasiswa asal Papua berdandan dengan pakaian Tradisionalnya yaitu Koteka pada acara yang diadakan mahasiswa IKOPIN, Minggu (16/02) Jatinangor Kab.Sumedang, ini merupakan rangkaian acara mahasiswa IKOPIN yang berasal dari Papua. acara yang dinamakan "Papua ditanah Sunda" ini menujukan beberapa pakaian, alat, asesoris dan makanan tradisonal papua.

Kembalinya Eka Ramdani ke Stadion Si Jalak Harupat

***Kembalinya Eka Ramdani ke Stadion Si Jalak Harupat***




Berpelukan – Seusai pertandingan Eka Ramdani mendatangi kapten Persib Bandung Firman Utina dan berpelukan seuasai pertandingan yang berkesudahan 1-2 untuk kemenangan semen padang di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (16/02).


BANDUNG -- Pada lanjutan pertandingan indonesia super legue (ISL) 2014 minggu (16/02) persib bandung kedatangan tamu dari sumatra barat yaitu semen padang. Semen padang yang sebelumnya digunduli persija jakarta di stadion gelora bung karno datang dengan harapan untuk menang di bandung.

Menit awal team tamu terus di gempur tuan rumah yang kembali menurunkan strikernya Djibril Colibaly, namun usaha tuan rumah terhalang kokohnya pertahanan semen padang yang dikomandani david pagbe, sehingga persib bandung mulai kewalahan dengan pertahanan semen padang, semen padang sendiri mengandalkan serangan balik untuk melakukan perlawanannya.

Namun ada yang menarik dalam pertandingan antara persib bandung vs semen padang, yaitu kembalinya 2 mantan pemain yang dulu berkiprah di pangeran biru, yaitu erlangga sucipto dan eka ramdhani, buat ronggo sendiri panggilan erlangga ini musim pertamanya meninggalkan persib bandung dan memilih hijra ke team asal ranah minang tersebut.

Tetapi bagi Eka Ramdani yang memustuskan hijra ke persisam samarinda dan resmi menjadi persisam samarinda mulai minggu 18 september 2011, namun pada pertandingan kemarin eka ramdani kembali menginjakan kakinya di stadiun yang menjadi kadang persib di ISL yaitu stadion Si Jalak Harupat.

Dalam pertandingan tersebut eka ramdani menjadi roh permainan semen padang, sering kali eka memenangankan duel-duel sengit dengan para gelandang maung bandung, tidak terkecuali hariono, gelandang bertipikal keras ini sering berduel dengan eka sehingga membuat dirinya sering menjegal eka ramdani untuk menghentikan pergerakan pemain yang dipanggil ebol ini.

Eka Ramdani merupakan mascot persib sejak kedatangannya dari persijatim jawa timur, pada tahun 2005 sampai 2011 Eka Ramdani menjadi kapten persib dan menjadi salah satu pemain yang sangat sentral di lini tengah maung bandung, banyak bobotoh yang sangat mengeluh-ngeluhkan dirinya, sehingga pada saat kepergiannya ke Persisam samarinda menjadi hal yang sangat mengecewakan untuk bobotoh.

Saat diwawancari seusai pertandingan eka ramdani mengatakan dirinya senang bisa kembali bermain di bandung meski berbeda kostum, namun bagi dirinya persib dan bandung bukan sekedar masa lalunya, namun keduanya sudah menjadi darah dagingnya

"Saya kembali ke bandung, dengan kostum yang berbeda yaitu semen padang, namun saya tahu persib adalah team besar dengan materi pemain yang sangat komplit, selain itu persib sendiri bagi saya sudah menjadi keluarga, officialnyapun banyak yang sudah saya kenali, namun saya pemain profesional yang akan tetap bermain penuh untuk team yang saya bela saat ini," ujarnya.


Eka Ramdani bermain full selama 90 menit ditambah perpanjangan waktu, dan berhasil membawa teamnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-2, ini merupakan kemenangan pertama bagi teamnya yang sebelumnya kalah dari persija, dan ini merupakan kekalahan pertama persib bandung dalam indonesia super league (ISL) 2014. (Rizal Fadillah S/ BandungOke.com)

Memperingati Hari Buruh Sedunia, Para buruh berdemo di depan Gedung Sate

***Memperingati Hari Buruh Sedunia, Para buruh berdemo di depan Gedung Sate**



Berteriak – Ratusan buru yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan -Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) melakukan aksi demo di depan Gedung Sate untuk menegakan keadilan bagi buruh dan meminta hak-hak buruh yang selama ini belum terpenuhi.

Bandung -- Dalam memperingati hari buruh sedunia, ratusan buru yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kerakyatan- Konfederasi Serikat Nasional (FSPK-KSN) melakukan aksi demo didepan Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (01/05) . Dalam aksinya ratusan buruh menolak kebijakan pemerintah yang dianggap kurang pro rakyat, selain itu para demonstranpun selih bergantian berorasi untuk menyuarakan aspirasinya.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini tergabung dari beberapa buruh yang tersebar diantaranya Kota Bandung, Kab. Bandung, Sumedang, Majalengka, Kuningan, dan Cimahi. Aksi yang dikawal satuan kepolisian ini sempat beberapa kali saling dorong karena para buruh memaksa untuk masuk ke halaman Gedung Sate, Para buruh tersebut hendaknya ingin menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, namun sayangnya setelah dicari tau oleh beberapa kordinator demo, ternyata Gubernur Ahmad Heryawan sedang tidak ada ditempat.


Selain berorasi, para buruh juga membawa boneka berupa gurita dan beberapa bendera negara seperti Amerika, Inggris, Kanada, German dan negara eropa lainnya ini sebagai bentuk protes buruh bahwa SBY dan Budiono dijadikan boneka oleh negara-negara meju yang berusaha menguasai Indonesia sehingga menyengsarakan rakyat termasuk para buruh.

Dalam Aksinya ini para buruh menyatakan sikap dan menyerukan beberapa tuntutan kepada pemerintahan, diantaranya, Tolak system kerja kontrak, Tolak politik umpah murah, tolak privatisasi di Indonesia, tolak dan hentikan union busting, tolak BPJS, tolak penangguhan upah, tolak segala macam RUU yang tidak pro rakyat, bangun serta wujudkan keadilan agraria dan industrialisasi nasional yang terpadu.

Menurut salah satu kordinator aksi, Acung (45) dirinya berserta kawan-kawan buruh yang lainnya turun kejalan semata-mata untuk memperjuangkan hak-hak buruh yang selama ini dimainkan oleh para petinggi negeri selain itu untuk menegakan keadilan bagi seluruh buruh diseluruh indonesia supaya kehidupannya lebih sejatera.

"Kami semua ada disini untuk menegakan keadilan, dan kami meminta kepada pemerintah supaya mendengarkan aspirasi kami ini, kami disini bukan untuk bersenang-senang namun kami disini ingin memperjuangkan hak-hak kami yang selama ini belum kami dapatkan karena ulah para petinggi yang tidak pro rakyat, sebenarnya kami ingin bertemu langsung dengan Aher namun tidak ada ditempat, karena kebijakan pemerintah saat ini membuat para buruh di Indonesia ini kehidupannya tidak maju-maju padahal jam kerja yang dilakukan oleh buruh sangatlah berat namun tidak sebanding dengan upah yang diterima," Ujarnya Kepada BandungOke, Kamis (01/05).


Selain ratusan Pendemo, Mahasiswa yang tergambung dalam Mahasiswa Pergerakan ikut serta melakukan aksi dalam memperingati hari buruh sedunia ini, seperti yang diungkapkan Fauzi (22)  salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Yani Bandung, dirinya beserta mahasiswa yang lainnya ingin membantu para buruh untuk mewujudkan kehidupan yang layak. "Kami sebagai mahasiswa merasa sedih melihat nasib buruh yang ada di Indonesia dengan sistem kerja yang tidak menentu membuat perekonomiannya mereka tidak stabil, maka dari itu kami dari UNJANI beserta mahasiwa UNPAD, ITB dan yang lainnya merasa terketuk hatinya untuk turun aksi ketika mengetahui serendah ini tingkat kesejateraan yang didapat oleh para buruh," ungkapnya. (Rizal Fadillah S).

Memasuki masa tenang masih banyak baliho yang terpasang

*** Memasuki masa tenang masih banyak baliho yang terpasang***


Terpampang – memasuki masa tenang kampanye pemilu 2014 ini, masih saja ada partai politik dan calon legislative yang belum menurunkan baliho yang di temple dipinggi jalan, seperti yang tampak di pintu masuk tol Buah-Batu pada hari Senin. (07/04). (Rizal Fadillah S)



Bandung -- Tanggal 09 April 2014 besok seluruh rakyat indonesia akan melaksanakan pencoblosan untuk memilih para wakil rakyat, dalam hajatnya ini para calon legislative  (caleg) dan partai politik (Parpol) diberikan leluasa untuk berkampanye dan mengenalkan diri kepada masyarakat untuk mendapatkan suara sebanyak-banyakannya.

Namun sejak tanggal 07/04/2014 KPU kota Bandung sudah menetapkan masa tenang bagi partai politik dan calon legislatif untuk tidak melakukan sesuatu hal yang berbau kampanye ataupun sosialisasi dalam pencalonannya di pemilu tahun 2014 ini. Sesuai aturan KPU, tak boleh ada atribut kampanye yang terpajang bertepatan masa tenang. Hal ini berlangsung selama tiga hari jelang pencoblosan.



Tetapi pada kenyataannya masih banyak bendera partai politik dan foto calon legislatif yang terpangpang di atas pohon, tiang listik, jembatan penyebrangan. Para tim sukses para calon tidak bertanggung jawab untuk membersihkan dan mencabut kembali baliho yang mereka pasang sebelumnya.

Seperti yang diutarakan anggota panwaslu kota Bandung, Agung (28) bahwa kenyataan di lapangan masih banyak baliho-baliho para calon legislatif yang terpasang di sudut-sudut jalan di kota Bandung, sehingga Satpol PP dan Panwaslu yang langsung turun tangan untuk membersihkan baliho tersebut, padahal ini merupakan tugas dari para tim sukses calon legislatif sendiri.

"Kami dari Panwaslu menggandeng Satpol PP, Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) Kota Bandung, dan Camat untuk turun langsung ke jalan untuk menertibkan atribut para caleg, dalam 1 kecamatan bisa mencapai 1500 sampai 2000 baliho yang kami tertibkan." Ujarnya kepada BandungOke.com Senin, (07/04).

Selain itu Panwaslu mengajak masyarakat umum untuk membantu dalam penertiban artibut partai politik dan para calon legislatif yang masih terpangpang di sekitaran kota Bandung,  "Kami semua berharap masyarakat sendiri bisa membantu untuk penertiban ini karena bantuan dari masyarat sangat membantu kami untuk mensukseskan pemilu yang bersih dan lancar," Tambahnya.

Memasuki masa tenang, ternyata masih ada alat peraga kampanye serta atribut partai politik (parpol) dan caleg yang terpasang di Kota Bandung. Atribut yang tetap mejeng itu bertebaran di lokasi-lokasi strategis.


Berdasarkan pantauan, Minggu (06/04/2014), atribut kampanye parpol dan caleg berupa spanduk, baliho, dan bendera, terpajang di tiang listrik serta pohon. Tempatnya antara lain di Jalan Ahmad Yani, Jalan Laswi, Jalan Pelajar Pejuang 45, Jalan Antapani, Jalan Supratman, Pintu Tol Buah-Batu dan Jalan Kiaracondong. (Rizal Fadillah S)

Penggila miniature mobil tidak mengenal usia

***Penggila miniature mobil tidak mengenal usia***


MEMILIH – Salah satu penggila Miniatur sedang memilih beberapa produk mainan asala negeri Paman Sam yaitu Hotwheels di Graha Manggala Siliwangi, Sabtu (01/02).

BANDUNG – Dalam acara Bandung Toys & Kids Expo 2014 yang di gelar di Graha Manggala Siliwangi pada Sabtu (01/02), hadir ratusan penggila mainan dan Action Figure untuk memuaskan hasratnya dalam mengoleksi berbagai jenis miniature mobil yang lebih dikenal dengan sebutan Hotweels, selain itu terdapat puluhan stand yang menjajakan berbagai jenis mainan dan pernak-pernik superhero.

Dalam acara ini para penggila miniature mobil dan pernak-pernik superhero berkumpul untuk menambah koleksi ataupun sekedar mengenang masa kecilnya, karena dalam acara ini tidak hanya anak kecil yang antusias namun banyak penggila Hotwheels yang sudah dewasa juga ada.
Seperti Dadan Dania (35) dirinya mengaku sangat menyukai miniature mobil khususnya produk Hotweels, dia mengajak istri dan kedua anaknya mengujungi acara ini sekedar berlibur dan mengisi waktun luang bersama keluarga.

“Kebetulan hari ini weekend dan saya salah satu penggila mainan atau miniature mobil, latar belakang saya yang mencintai dunia otomotif menambah kesukaan saya terhadap miniature mobil tersebut, terutama dari brand Hotwheels,” ungkapnya kepada BandungOke.com, Sabtu (01/02).
Selain untuk menyenangkan kedua anaknya, Dadan juga mencari produk terbaru yang dikeluarkan oleh perusahaan asal amerika ini untuk menambah koleksinya dirumah, “Saya senang datang ke acara ini karena mengingatkan saya kepada masa kecil saya selain itu untuk mencari beberapa produk terbaru dari Hotwheels untuk menambah hiasan dirumah,” tambahnya.
Salah satu penjual sekaligus penggila miniature mobil, Syaril nur kholiq (39) membeberkan dirinya sangat senang dengan antusias para penggila atau kolektor miniature mobil ini, karena stand milik dirinya ramai dikunjungi para penggila miniature mobil.
“Alhamdulillah dihari pertama ini pengunjung ramai dan barang dagangan saya sudah laku terjual terutama maininan atau miniature mobil merk hotwheels sangat banyak dicari,” ujarnya.
Syahril juga menambahkan harga miniature mobil yang dirinya jual mulai dari Rp.25.000 sampai ratusan ribu, namun bagi dirinya harga tidak akan meyurutkan minat para penggila miniature mobil ini, “Harga tidak jadi masalah buat mereka yang penting koleksi bertambah,” pungkasnya. (Rizal Fadillah S).




Hari Raya Imlek Menjadi Moment Berbagi dan Ladang Rezeki Bagi Anak-Anak

***Hari Raya Imlek Menjadi Moment Berbagi dan Ladang Rezeki Bagi Anak-Anak***

Description: D:\job\BandungOke\foto\IMLEK 2656\anal.jpg
Rebutan – Salah satu umat Lee Pao (51)  yang baru keluar dari vihara langsung diserbu anak-anak yang menunggu didepan gerbang sejak pagi hari untuk mendapatkan ampao.

Perayaan hari raya imlek yang ke 2565 ini mungkin menajdi salah satu hari yang ditunggu oleh semua umat Thionghoa, tidak terkecuali bagi anak-anak yang berada disekitar Vihara TandaBhakti dijalan Klenteng no 3 Bandung, bagi anak-anak hari raya imlek menjadi lading rezeki.
Selain itu hari raya imlek juga menjadi moment dimana umat Thionghoa berbagi sebagian hartanya kepada kerabat dan bagi orang-orang yang tidak mampuh, khususnya anak-anak yang sering berkumpul di depan Vihara dari pagi hari hanya sekedar mencari sepucuk ampao.
Salah satunya  Lee Pao atau sering dipanggil Gunawan (51), yang ditemui seusai beribadah, dirinya mengatakan bahwa hari raya imlek menjadi hari yang special bagi dirinya dan semua umat Thionghoa karena dirinya bersama keluarga mempunya tradisi berbagi ampao kepada kerabat dan orang-orang sekitarnya.
“Kami sekeluarga setiap perayaan hari raya imlek memiliki kebiasaan rutin berbagi ampao ataupun bertukar kado, kebiasaan ini sudah berjalan sejak nenek moyang kami,” Ujarnya kepada BandungOke.Com (31/01).
Pria asal Samarinda yang lama menetap di Bandung ini mengujar dalam perayaan hari raya imlek dirinya ingin semua umat beragama saling toleransi dan saling berbagi kebahagiaan, “Semoga dalam hari yang penuh kebahagiaan ini kita semua bisa saling berbagi kebahagiaan dan berbagi sebagian yang kita punya kepada semua orang,” tambahnya.
Ditemui ditempat yang sama, Rizki (12) salah satu pencari ampao mengatakan dirinya sudah hampir 3 tahun menjadi pencari ampao ketika hari raya imlek datang, setiap harinya Rizki bisa mendapatkan minimal uang sebesar Rp.250.000.

“Saya bersama teman-teman yang lainnya sejak pagi sudah menunggu didepan gerbang Vihara untuk mendapatkan ampao dari para pengunjung Vihara yang selesai beribadah, lumayan hasil dari semua ini bisa untuk jajan dan sisanya dikasih kepada orang tua terkadang ketika ramai pengunjung pendapatan bisa banyak dan saya tabung uangnya,” katanya sambil tertawa.(Rizal Fadillah S)

Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia


***Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia***



Aksi – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen membawa beberapa tulisan berisi kecaman mengenai kasus-kasus yang menimpah awak media di depan Gedung Sate, Kamis (03/05), aksi ini merupakan bentuk proses para jurnalis terhadap kasus kekerasan yang menimpah jurnalis. (Rizal Fadillah S)


Bandung -- Memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang jatuh tiap 3 Mei, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung tahun ini tanpa bosan kembali menyerukan penghentian impunitas atau aksi kekerasan terhadap jurnalis di depan Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu (03/05). Dalam beberapa orasinya para jurnalis menyerukan beberapa kasus yang menimpah rekan wartawan yang mendapatkan kekerasan dan aparat didesak untuk mengungkap sejumlah kasus yang masih tergantung.

Dalam aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 tersebut Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengajak semua pihak untuk menjungjung hak kebebasan pers demi kepentingan publik. Pers dan media massa idealnya hidup di dalam kebebasan. Karena itulah ruang redaksi sudah seharusnya steril dari kepentingan pemilik media massa atau pemilik modal, iklan, serta intervensi pihak lain pada isi berita. Bahkan, ruang redaksi harus steril dari kepentingan pribadi jurnalis itu sendiri.

Namun faktanya sampai hari ini, belum semua media massa sanggup hidup di alam kebebasan pers. Padahal kebebasan pers sudah dijamin Undang-undang. Hanya saja adanya celah dalam aturan selalu dimamfaatkan oknum tertentu sehingga sebagai media massa masih menjadi atau dijadikan corong suara dan kepentingan pihak tertentu oleh pemilik modal atau pengelola.

Beberapa kasus kekerasan yang dipaparkan AJI antara lain sejak 1996 itu tercatat setidaknya ada delapan kasus pembunuhan jurnalis, seperti Naimullah jurnalis Sinar Pagi pada 25 Juli 1997, Agus Mulyawan Jurnalis Asia Prees pada 25 September 1999 di Timor timur, Muhammad Jamaluddin Kameramen TVRI pada 17 Juni 2003, Ersa Siregar Jurnalis RCTI pada 29 Desember 2003 di Aceh, Herliyanto Jurnalis lepas tabloid Deltas Pos Sidoarjo pada 29 April 2006, Adriansyah Matra'is Wibisono jurnalis TV lokal Merauke pada 29 Juli 2010, Alfred Mirulewan jurnalis Tabloid Pelangi pada 18 Desember 2010, dan yang terakhir kasus pembuhunan terhadap jurnalis Radar Bali, Prabangsa yang ditemukan tewas di pantai Padang Bali pada 11 Februari 2009.

Seperti yang diungkapkan ketua Aliansi Jurnalis Independen, Adi Marseli, dirinya sangat mengecam oknum-oknum yang mempermainkan ranah media sebagai corong suara selain itu Adi berharap kasus-kasus kekerasan yang menimpah rekan wartawan segera dituntaskan, dan bagi para pelaku semoga dihukum seberat-beratnya.


"Ini merupakan aksi solidaritas dari kami Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung untuk menegakan hukum tentang kasus yang menimpah rekan kami, salah satunya kasus yang menimpah Fuad Muhammad Syarifuddin (Udin) jurnalis Harian Bernas Yogjakarta yang dibunuh 18 tahun yang lalu, dan sampai saat ini belum tertangkap pelakunya, meski dulu polisi sempat menahan Dwi Sumadji namun pengadilan negeri Bantul kembali membebaskannya karena Dwi Sumadji terbukti tidak bersalah," Ujarnya kepada BandungOke.com, Kamis (03/05).

Selain itu Adi menambahkan Aliasi Jurnalis Independen (AJI) menyerukan kepada semua pihak supaya tidak memberikan amplop atau suap terkait pemberitaan. Imbalan atau suap merupakan salah satu belenggu kebebasan pers. Berita bukanlah pesanan pihak tertentu, bukan juga komoditas yang bisa diperjualbelikan. Selain itu Aji Bandung meminta semua pihak menghormati kebebasan berekpresi di dunia pendidikan, khususnya kampus. Kampus harus menghormati daya kritis mahasiswa sebagai agen perubahan. AJI Bandung mengecam pihak kampus yang membungkam sikap kritis mahasiswanya.


"Satu lagi yang menjadi penyakit, banyak para petinggi yang memberika amplop (uang) terhadap para jurnalis, itu merupakan tingakan suap, saya beserta kawan yang lainnya mengajak semua jurnalis untuk tidak menerima suap berupa apapun demi keindependenan suatu berita, dan saya berharap kepada seluruh kampus untuk tidak membatasi atau membungkam kreatifitas mahasiswanya karena itu merupakan hak kebebasan berekspresi," Tandasnya. (Rizal Fadillah S).

Demo mahasiswa


Demo – Salah seorang mahasiswa membawa kertas yang bertuliskan “Khilafah Mainstream Perjuangan Mahasiswa”, Tulisan tersebut menjadi symbol dari suara mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang melakukan orasinya di lapangan Gasibu, Minggu (02/03).(Rizal Fadillah S)


BANDUNG -- Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan berkumpul di lapangan Gasibu, Minggu (02/03), untuk menyerukan apresiasinya menolak beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai gagal dalam mensejaterahkan rakyat indonesia dengan sistem demokrasinya yang mati.

Dalam sela-sela demo, mahasiswa melakukan teatrikal yang menggambarkan kejamnya rezim pemerintahan saat ini, banyak rakyat yang diinjak-injak oleh ideologi para wakil rakyat yang lebih mengedepankan ideologinya, selain itu menurut mereka Indonesia masih terjajah oleh negara-negara asing yang mencari keuntungan di tanah air.

Muhfid Dahlan (22), Kordinator demo ngatakan acara ini diselenggarakan untuk menyatukan mahasiswa yang mempunyai mental keislaman dan meninggalkan sistem demokrasi yang selama ini diterapkan di negara Indonesia, selain itu dalam acara ini muhfid dan aktifis mahasiswa yang lainnya ingin mengoreksi kinerja pemerintahan yang sekarang supaya tercipta komunikasi yang baik antara pemerintah dengan mahasiswa, selain itu dirinya berharap pemerintah mau berdiskusi dengan mahasiswa dan mendengar aspirasi mahasiswa yang tidak sepakat dengan sistem demokrasi yang sekarang diterapkan di Indonesia.

"Saya bersama ribuan mahasiswa disini berujung rasa dan meneriakan suara mahasiswa sebagai bukti kecintaan kita terhadap Indonesia, dan kami semua menginginkan perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, sistem demokrasi yang sudah mati pada zaman sekarang memperburuk keadaan negara ini, selain itu musuh yang seharusnya di hancurkan itu adalah kapitalisme demokrasi yang menjadi akar masalah dan musnahkan para koruptor yang menggasak uang rakyat," ujarnya kepada BandungOke.com,Minggu (02/03).

Dalam acara ini, mahasiswa Sekolah Tinggi Managemen Indonesia (STMI) Jakarta, mengajak kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk bergabung dan sama-sama bergerak memberantas para penguasa yang ideologinya hedonis, "Saya berharap mahasiswa lainnya ikut andil dalam langkah perubahan ini, karena mahasiswa sebagai generasi muda seharusnya tidak tinggal diam dengan sistem rezim yang semakin menyengsarakan rakyat indonesia," Tambahnya.

Ditemui ditempat yang sama, Mutakin mahasiswa STKS ngatakan dirinya dan teman-temannya antusias mengikuti acara ini, meski dari kampusnya sendiri hanya mengirim 20 mahasiswa saja, namun tidak mengurangi semangat Mutakin dalam meneriakan aspirasi mahasiswa.

"Acara ini sangat bagus menurut saya, namun saya sedikit kecewa dengan respon masyarakat yang ada disekitaran lapangan gasibu, karena mereka terkesan acuh dan tidak peduli, padahal kami disini menjadi tongkat awal perubahan Indonesia yang notabene negara mereka sendiri namun saya dan teman-teman yang lainnya tetap bersemangat untuk menegakan kebenaran," tuturnya.

Selain itu Firman (23) Pengurus pusat gerakan pembebasan dan salah satu pengunjuk rasa dalam orasinya, mengatakan, "Indonesia sekarang ada dalam krisis multidimensi sehingga menjadi sengsara, negara indonesia dari rezim Soeharto sampai SBY masih menganut rezim kekerasan yang membuat rakyat sengsara dengan kebijakan-kebijakannya" orasinya dihadapan ribuan mahasiswa.


Dalam orasinya mahasiswa ingin mengubah sistem politik indonesia menjadi sistem khilafah dan hukum-hukum syariat islam, mengecam penerapan politik penindasan, dan dihancurkan sistem demokrasi. Selain mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan, acara ini juga dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali dan Maluku. Acara yang digelar sejak pagi hari ini rencana menjadi awal dari rangkaian demo yang selanjutnya akan digelar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.(Rizal Fadillah S)

Berduel dan foto bersama


Berduel-- Penyerang Persib, Tantan (biru) berusaha melewati hadangan pemain belakang Persija Fabiano Deltram (orange), Kamis (08/05) dalam lanjutan Indonesia Super League 2014 di Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Soreang Kab.Bandung. dalam pertandingan tersebut Persib Bandung ditahan impang tamunya.


Foto Bersama -- Foto para pemain sesaat sebelum bertanding

Menjajakan


Menjajakan -- Seorang terlihat sedang menjajakan bunga di depan Mesjid Agung Keraton Yogjakarta,  Rabu (14/01). Dalam memperingati hari Maulid Nabi warga Yogja berbondong-bondong mendatangi mesjid Kraton Yogjakarta untuk berziara ke makan para leluhurnya.

Berdoa


Berdoa -- Ratusan umat Tionghoa asal Bandung melaksanakan rangkain acara untuk memperingati hari raya Imlek 2014 di Vihara Buddha Gaya di Jalan Klenteng Kota Bandung, Jum'at (31/01). Dalam memperingati Imlek tahun ini umat Tionghoa mempunya harapan bersama yaitu kerukunan dalam beragama dan kemajuan negara Indonesia. Acara yang digelar selama 3 hari ini akan diakhiri dengan aksi barongsai di jalan Cibadak, Kota Bandung.

follow

Mengenai Saya

Foto saya
Akun Lainnya : Twitter&Instagram : @Rizalfadillah Facebook : Rizal Fadillah Siptriandy