Minggu, 02 November 2014

Demo mahasiswa


Demo – Salah seorang mahasiswa membawa kertas yang bertuliskan “Khilafah Mainstream Perjuangan Mahasiswa”, Tulisan tersebut menjadi symbol dari suara mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang melakukan orasinya di lapangan Gasibu, Minggu (02/03).(Rizal Fadillah S)


BANDUNG -- Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan berkumpul di lapangan Gasibu, Minggu (02/03), untuk menyerukan apresiasinya menolak beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai gagal dalam mensejaterahkan rakyat indonesia dengan sistem demokrasinya yang mati.

Dalam sela-sela demo, mahasiswa melakukan teatrikal yang menggambarkan kejamnya rezim pemerintahan saat ini, banyak rakyat yang diinjak-injak oleh ideologi para wakil rakyat yang lebih mengedepankan ideologinya, selain itu menurut mereka Indonesia masih terjajah oleh negara-negara asing yang mencari keuntungan di tanah air.

Muhfid Dahlan (22), Kordinator demo ngatakan acara ini diselenggarakan untuk menyatukan mahasiswa yang mempunyai mental keislaman dan meninggalkan sistem demokrasi yang selama ini diterapkan di negara Indonesia, selain itu dalam acara ini muhfid dan aktifis mahasiswa yang lainnya ingin mengoreksi kinerja pemerintahan yang sekarang supaya tercipta komunikasi yang baik antara pemerintah dengan mahasiswa, selain itu dirinya berharap pemerintah mau berdiskusi dengan mahasiswa dan mendengar aspirasi mahasiswa yang tidak sepakat dengan sistem demokrasi yang sekarang diterapkan di Indonesia.

"Saya bersama ribuan mahasiswa disini berujung rasa dan meneriakan suara mahasiswa sebagai bukti kecintaan kita terhadap Indonesia, dan kami semua menginginkan perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik, sistem demokrasi yang sudah mati pada zaman sekarang memperburuk keadaan negara ini, selain itu musuh yang seharusnya di hancurkan itu adalah kapitalisme demokrasi yang menjadi akar masalah dan musnahkan para koruptor yang menggasak uang rakyat," ujarnya kepada BandungOke.com,Minggu (02/03).

Dalam acara ini, mahasiswa Sekolah Tinggi Managemen Indonesia (STMI) Jakarta, mengajak kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk bergabung dan sama-sama bergerak memberantas para penguasa yang ideologinya hedonis, "Saya berharap mahasiswa lainnya ikut andil dalam langkah perubahan ini, karena mahasiswa sebagai generasi muda seharusnya tidak tinggal diam dengan sistem rezim yang semakin menyengsarakan rakyat indonesia," Tambahnya.

Ditemui ditempat yang sama, Mutakin mahasiswa STKS ngatakan dirinya dan teman-temannya antusias mengikuti acara ini, meski dari kampusnya sendiri hanya mengirim 20 mahasiswa saja, namun tidak mengurangi semangat Mutakin dalam meneriakan aspirasi mahasiswa.

"Acara ini sangat bagus menurut saya, namun saya sedikit kecewa dengan respon masyarakat yang ada disekitaran lapangan gasibu, karena mereka terkesan acuh dan tidak peduli, padahal kami disini menjadi tongkat awal perubahan Indonesia yang notabene negara mereka sendiri namun saya dan teman-teman yang lainnya tetap bersemangat untuk menegakan kebenaran," tuturnya.

Selain itu Firman (23) Pengurus pusat gerakan pembebasan dan salah satu pengunjuk rasa dalam orasinya, mengatakan, "Indonesia sekarang ada dalam krisis multidimensi sehingga menjadi sengsara, negara indonesia dari rezim Soeharto sampai SBY masih menganut rezim kekerasan yang membuat rakyat sengsara dengan kebijakan-kebijakannya" orasinya dihadapan ribuan mahasiswa.


Dalam orasinya mahasiswa ingin mengubah sistem politik indonesia menjadi sistem khilafah dan hukum-hukum syariat islam, mengecam penerapan politik penindasan, dan dihancurkan sistem demokrasi. Selain mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pembebasan, acara ini juga dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang berasal dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Bali dan Maluku. Acara yang digelar sejak pagi hari ini rencana menjadi awal dari rangkaian demo yang selanjutnya akan digelar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.(Rizal Fadillah S)

0 komentar:

Posting Komentar

follow

Mengenai Saya

Foto saya
Akun Lainnya : Twitter&Instagram : @Rizalfadillah Facebook : Rizal Fadillah Siptriandy